Cara Mengaktifkan Aplikasi YouTube yang Dinonaktifkan

Cara Mengaktifkan Aplikasi YouTube yang Dinonaktifkan – YouTube adalah salah satu model aplikasi yang tidak pernah sepi peminat. Selain bisa menjadi penonton, melalui aplikasi ini pengguna juga bisa menjadi YouTuber yang membuat berbagai kreasi video. Aplikasi ini bisa dinonaktifkan dan diaktifkan ulang. Tentu cara menonaktifkan dan cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan memiliki metode tersendiri.

Memang tidak jarang pengguna yang mencoba menonaktifkannya. Setelah itu, banyak juga yang bingung untuk mengaktifkannya ulang. Maka dari itu, cara atau metodenya harus diketahui dengan pasti agar tidak salah langkah. Baik pengguna YouTube yang lama atau pengguna YouTube yang baru harus mengetahui poin penting ini.

Saat menonaktifkan YouTube, tentu pengguna memiliki alasannya masing-masing. Sehingga muncullah metode atau langkah yang sistematis untuk melakukan pengaktifan kembali. Penasaran dengan berbagai alasan serta cara mengaktifkan ulang yang bisa diketahui? Simak semua penjabaran ini secara lengkap:

 

Cara Mengaktifkan Aplikasi YouTube yang Dinonaktifkan

Alasan Menonaktifkan Aplikasi YouTube

Sebelum beranjak pada cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan, perlu diketahui dulu alasan menonaktifkan aplikasi ini. Bagi para pengguna, YouTube memang sangat penting. Bukan hanya memberi hiburan, tapi juga bisa mengisi waktu luang. Hal inilah yang mendasari orang memakai aplikasi ini.

Namun juga tidak sedikit pihak yang akhirnya memilih untuk menonaktifkan aplikasi ini. Hal ini tentunya didasari beberapa alasan yang sudah biasa terjadi. Lalu apa saja alasan menonaktifkan aplikasi YouTube yang umum muncul? Berikut adalah beberapa alasan yang perlu dipahami beserta dengan poin penjabarannya:

1. Membuat Boros Baterai

Alasan pertama yang membuat banyak orang akhirnya menonaktifkan YouTube adalah karena boros baterai. YouTube termasuk dalam aplikasi berat yang di dalamnya terdapat banyak komponen. Sehingga tidak bisa dipungkiri jika pemakaiannya bisa membuat baterai perangkat cepat habis dalam waktu singkat.

Pengguna sering memakai alasan ini untuk menonaktifkan YouTube. Dengan menonaktifkannya, maka penggunaan baterai bisa lebih hemat dan terkontrol. Sebenarnya tidak satu atau dua aplikasi saja yang bisa membuat baterai boros. Namun, YouTube adalah salah satu yang paling mencolok dan paling menyedot baterai.

2. Tidak Dipakai Setiap Hari

Aplikasi YouTube bukanlah aplikasi yang biasa dipakai sehari-hari dan setiap jam. Hal ini dikarenakan YouTube tidak memiliki fungsi mengirim pesan yang biasa dipakai untuk berkomunikasi. YouTube hanyalah aplikasi yang dipakai untuk mencari hiburan atau mengunggah konten. Maka dari itu, bisa saja aplikasi ini tidak dipakai setiap hari.

Hal inilah yang membuat aplikasi YouTube tidak dipakai setiap hari. Jadi tidak heran jika banyak pihak yang akhirnya menonaktifkan aplikasi ini untuk sementara waktu sampai akhirnya dipakai lagi. Alasan satu ini juga sering dipakai pengguna. Dengan alasan ini, tentunya bukan sebuah kesalahan karena aplikasinya masih bisa dipakai setelah diaktifkan.

3. Memakan Banyak Memori

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, YouTube adalah aplikasi yang berat. Hal ini juga berimbas pada pemenuhan memori yang ada di perangkat. Karena YouTube memiliki banyak komponen, maka aplikasinya berat. Lalu karena aplikasinya berat, maka akan semakin banyak memori yang terpakai untuk keberadaan aplikasi ini di ponsel.

Maka dari itu, dengan menonaktifkan YouTube maka memori akan semakin luas. Jika nantinya diaktifkan kembali, maka memori juga akan terpakai lagi sesuai dengan kebutuhan aplikasinya. Sebenarnya hal ini juga bisa dijadikan solusi jika perangkat sudah terlalu penuh dengan berbagai aplikasi yang ada.

4. Memakan Banyak Waktu untuk Penggunaan

Saat memakai YouTube, tentu pengguna akan merasa terhibur dengan beragam konten yang ada. Dengan alasan inilah banyak orang yang betah berlama-lama memakai YouTube. Maka dari itu, waktu yang diperlukan untuk menonton konten dalam aplikasi ini tidaklah sedikit dan biasanya relatif lama dalam satu kali pemakaian.

Jadi tidak heran jika ada pengguna yang menonaktifkan aplikasi ini karena takut terlalu lama memakai aplikasi ini. Semakin lama menonton konten yang ada dalam YouTube, biasanya orang ingin terus menontonnya lebih lama. Hal ini juga bisa menjadikan orang lupa waktu saat memakai atau menonton video YouTube.

 

Baca Juga:

 

 

Alasan Mengaktifkan Aplikasi YouTube

Selain alasan menonaktifkan YouTube, perlu diketahui juga alasan berbagai pihak mengaktifkannya kembali. Alasan yang paling dasar memang untuk mencari hiburan. Sudah banyak pengguna yang membuktikan tidak bisa lepas dari pemakaian YouTube. Namun ternyata, ada beberapa alasan lain yang mendasari pengaktifan ulang aplikasi ini.

Setiap alasan memang sangat penting untuk dipahami. Jadi tidak hanya dari segi hiburan saja, namun juga dari fungsi yang lainnya. Penasaran dengan berbagai alasan yang ada tentang pengaktifan ulang aplikasi ini? Simak penjelasan dan penjabarannya di bawah ini secara mendalam dan menyeluruh dalam aspeknya:

1. Sebagai Sarana Hiburan

Tidak sedikit orang yang beralih memakai YouTube karena keunikannya. Banyak aplikasi yang serupa dengan YouTube namun tidak memberi fitur kemudahan yang sama. Maka dari itu, banyak pihak yang akhirnya kembali lagi memakai YouTube. Hal ini tentunya tidak terlepas dari unsur hiburan yang ada dalam YouTube.

Berbagai konten yang ada di YouTube tentunya bisa memberi sebuah hiburan bagi penggunanya. Maka dari itu, akan sangat pas jika pengguna mengaktifkan ulang aplikasinya untuk mencari hiburan. Hiburan yang ada ini juga sudah disesuaikan dengan penontonnya. Hal ini dikarenakan dalam YouTube mencakup berbagai aspek berbeda.

2. Berguna di Waktu Tertentu

Orang yang sudah menonaktifkan YouTube dan mengaktifkan ulang, biasanya memiliki kebutuhan tertentu. YouTube memang berisi berbagai konten, mulai dari hiburan hingga konten edukasi. Bahkan konten tips dan trik juga ada di dalamnya. Maka dari itu, akan sangat tepat jika memakai YouTube sebagai salah satu referensi pilihan.

Alasan yang pertama ini biasa terjadi pada pengguna. Saat membutuhkannya untuk mencari berbagai keperluan, maka aplikasinya bisa dinyalakan ulang. Hal ini sudah biasa terjadi pada pengguna. Setelah selesai dibutuhkan, tidak jarang yang menonaktifkannya lagi untuk mencegah berbagai hal yang dihindari.

3. Penting untuk Dipakai

Alasan yang lainnya adalah penting untuk dipakai. Selain untuk mencari referensi, terkadang aplikasi ini juga sangat penting. Apalagi bagi pengguna yang memutuskan untuk aktif menjadi YouTuber, maka aplikasi ini merupakan aplikasi yang penting. Jika tidak diaktifkan, maka tidak akan bisa menjadi YouTuber.

Maka dari itu, aplikasi ini juga tergolong penting untuk dipakai oleh orang-orang tertentu. Jika mulai membutuhkannya untuk dipakai lebih sering, maka aplikasi ini bisa segera diaktifkan. Tentunya metode atau cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan ini harus dilakukan dengan langkah sistematis yang tepat.

4. Memiliki Link dengan Aplikasi Lainnya

Alasan terakhir adalah karena tersambung dengan aplikasi lainnya. Tidak jarang suatu aplikasi memiliki fitur penayangan video YouTube sebagai penunjangnya. Jika YouTube sedang dinonaktifkan, maka pengguna tidak akan bisa melihat video yang sudah disediakan. Jadi, pengguna harus mengaktifkannya dahulu.

Misalnya saat mencari suatu hal di Google, maka tidak jarang akan ditampilkan tautan video YouTube. Untuk menonton atau menikmatinya, sangat penting untuk mengaktifkan aplikasinya terlebih dahulu. Setelah itu, aplikasi sudah bisa dipakai. Baik untuk dinikmati sebagai hiburan, atau sebagai penunjang aplikasi lainnya.

 

Baca Juga:

 

 

Cara Mengaktifkan Aplikasi YouTube

Cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan memang sangat penting untuk dipahami. Hal ini dikarenakan tidak sedikit orang yang bingung bagaimana mengaktifkannya setelah menonaktifkannya. Maka dari itu, sangat penting untuk tahu caranya secara lengkap dan detail berdasarkan langkah-langkah yang ada.

Jika dilihat dari metodenya, ada dua cara yang bisa diimplementasikan. Dua cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan adalah melalui manual dan aplikasi tambahan. Setiap metode tentunya memiliki langkah berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai setiap cara yang harus dipahami oleh pengguna:

1. Cara Manual

Sebelum mengetahui caranya, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa tidak semua ponsel mengizinkan penonaktifan aplikasi bawaan. YouTube termasuk dalam aplikasi bawaan. Jadi tidak banyak yang bisa menonaktifkannya. Jika pengguna sudah pernah menonaktifkan dan lupa cara membukanya, maka bisa menggunakan metode yang ada.

Cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan satu ini bisa dilakukan dengan pemanfaatan menu pengaturan. Hal ini tentu akan sangat mudah untuk dilakukan. Pengguna tidak perlu bantuan aplikasi lain dalam penyelesaiannya. Berikut adalah urutan langkah yang bisa dilakukan untuk mengaktifkannya:

  • Masuk ke menu “Pengaturan” yang ada dalam perangkat yang dipakai.
  • Kemudian, cari menu yang memiliki nama “Aplikasi” atau “Manajemen Aplikasi” dalam jajaran menunya.
  • Lihat ke bawah dan temukan aplikasi bernama YouTube kemudian pencet menunya.
  • Karena aplikasi sedang dalam kondisi nonaktif, maka akan muncul kotak atau tombol pengaktifan. Pencet saja tombol tersebut untuk mengaktifkan ulang.
  • Setelah itu, tampilan akan kembali ke menu utama dan proses bisa dikatakan selesai.

2. Memakai Aplikasi

Selain cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan menggunakan metode manual, ada juga cara yang perlu memanfaatkan aplikasi bantuan. Pengguna yang tidak bisa menonaktifkan aplikasinya karena ponsel bawaan, maka bisa memanfaatkan aplikasi ini. Setelah itu, proses pengaktifan untuk aplikasi ini juga bisa dilakukan.

Untuk mengaktifkan aplikasi, ada dua pilihan tertentu untuk pengguna. Pertama, pengguna bisa memakai aplikasi yang gratis, dan yang kedua bisa memakai yang berbayar. Sedangkan untuk langkahnya sendiri tidaklah sulit, hanya ada beberapa poin langkah yang harus dipenuhi. Berikut urutannya secara lengkap:

  • Lakukan pengunduhan aplikasi bernama “Appmgr III”. Dengan adanya aplikasi ini, maka segala prosesnya bisa dilakukan.
  • Lalu, buka aplikasi Appmgr III yang sudah dimiliki oleh perangkat.
  • Jika diberi berbagai menu pilihan, pilih saja halaman bernama Frozen.
  • Apabila diberi halaman baru, poin yang harus dilakukan adalah mencari aplikasi YouTube. Memang banyak aplikasi di dalamnya. Namun jangan sampai terkecoh dengan berbagai aplikasi lainnya.
  • Lakukan pemencetan untuk aplikasi tersebut dan Pencet “Unfreeze”.
  • Lalu, YouTube sudah bisa dipakai lagi seperti semula.

Itulah penjelasan mengenai cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan dengan beberapa metode. Tidak hanya manual, tapi juga bisa memakai aplikasi bantuan. Selain caranya, berbagai alasan kenapa dinonaktif dan diaktifkan juga sudah dijabarkan. Maka dari itu, bagi pengguna yang sudah menonaktifkannya, semua hal ini penting dipahami.

Pemanfaatan cara mengaktifkan aplikasi YouTube yang dinonaktifkan juga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Jika ponsel sudah bisa dinonaktifkan dengan peraturan yang ada, maka mengaktifkannya lagi bisa dengan metode manual. Namun jika menonaktifkannya dengan aplikasi bantuan, maka mengaktifkannya harus memakai aplikasi bantuan juga.